Archive for Maret 2013
Criss Elbert
By : UnknownNahh..
Muncul lagi nih fic aneh dari saya. Haha..
Padahal fic sebelah belom kelar. *pundung.
Tapi, berhubung ide nya udda singgah, dan takut mubazir,, yauddaaa, akhirnya lahirlah fic ini. :DD
Okkeeehh. Cukup basa basi nya..
ENJOY IT!!!
Warning : OCs, Gaje, Ganya, Kurang pendeskripsian,
alur terlalu berantakan, dll.
Genre : Dark
Status : WIP
DON’T LIKE DON’T READ!!!!!!!!!!!
Chapter 1
Kegelapan mulai meradang dalam fikiran dan jiwanya. Luka masa lalu yang diderita tak pernah berhenti menyiksa. Desahan dan helaan nafas yang berulang-ulang sering kali terdengar di pagi hari atau tengah malam saat ia tiba-tiba tersadar dari peristirahatannya. Dan keringat dingin yang sembari keluar saat itu terjadi, sebenarnya sudah cukup untuk membuatnya tak perlu mandi lagi.
Nama yang di berikan oleh orang tuanya dahulu adalah Viola Brandwiey. Namun nama itu telah ia tinggalkan sejak 7 tahun lalu. Saat peristiwa mengenaskan itu terjadi. Dan sejak saat itu, ia yang masih berusia 11 tahun, memberanikan diri terjun dalam dunia kegelapan untuk membalaskan dendamnya yang entah pada siapa dan atas alasan apa. Ia mengubah namanya menjadi Criss Elbert. Dan di mulailah hidupnya sebagai pembunuh bayaran. Dahulu, Criss kecil menerima pekerjaan dari kenalan-kenalan terdekat. Namun sejak namanya mulai terkenal di kalangan para pembunuh, Criss di kontrak dalam jangka waktu yang tidak dibatasi oleh seorang pengusaha yang juga telah mengontak beberapa pembunuh di antaranya Ell, Anne, dan Paul. Dalam sejarah pembunuhan, Ell, Anne, dan Paul adalah pembunuh kelas atas yang terkenal bengis dan tak pernah tau arti kata prikemanusiaan ataupun prikehewanan. Mereka hanya akan melakukan apa yang di perintahkan Boss mereka tanpa peduli apapun. Begitu pula Criss. Berbekal luka masa lalu, ia berhasil menyamai kakak-kakak seprofesinya. Namun hingga saat ini, Criss, Ell, Anne, maupun Paul sama sekali belum pernah melihat wajah dari orang yang memerintah dan membayar mereka. Hal ini sangat amat aneh bagi saya *di getok, tapi tidak begitu bagi mereka.
*****
Criss beranjak dari ranjang mungil nya, melihat sebentar kelangit-langit kamarnya. Dan berjalan santai menuju cermin yang ada di sebelah timur tempatnya berdiri tadi. Ditatapnya pantulan wajahnya di cermin. Ada setitik noda merah di pipi kanannya. Tanpa perubahan ekspresi dan menganggap bahwa itu adalah hal biasa, segera ia mengambil handuk dan diusapkannya perlahan di pipi kanannya tadi. Tak ada bekas luka. Itu berarti cairan merah yang telah mengering tadi bukan berasal dari tubuhnya. Tak ingin terlalu lama memikirkan hal yang tak penting itu, Criss melayangkan matanya kearah arloji yang melekat indah di pergelangan tangan kirinya. 08.37. Sepertinya bukan waktu yang tepat untuk bersantai.
Masih dengan posisi yang sama, di raihnya phonecell yang tergeletak di atas meja di sebelahnya. Jarinya menari, menekan angka demi angka hingga membentuk deretan angka yang di inginkannya. Segera ia menekan tombol call. Tak lama terdengar nada sambung trio macan “iwak peyek” dari seberang ( Criss : genre nya dark cooyyy. Masa iwak peyek.. Me : hehehe.. pissssss. :P)
“Ada kabar apa Criss?” Tanya suara yang tak asing di telinga Criss.
“Seperti keinginanmu, aku telah membunuhnya.” Jawab Criss datar.
“Baguslah, bayaranmu telah ku transfer.” Ucap suara itu lagi.
“Oke” Balas Criss.
Tak ingin berlama-lama berbicara dengan orang yang menurutnya tak terlalu penting itu, langsung di tekannya tombol end call di phonecell nya.
Belum sempat ia beranjak dari tempatnya, phonecellnya bergetar. Langsung di raih dan di baca nya message yang ternyata dari bossnya. Berisi nama dan alamat lengkap target nya hari ini.
Sesegera mungkin ia berkemas, dengan 2 pistol dan 1 pisau ukuran kecil. Di hidupkan motornya setelah ia berada di depan rumahnya. Kemudian di kendarai dengan kecepatan sedang.
Tak sampai 35 menit saat ia menerima pesan itu, kini target telah berada di depannya. Di ikutinya target yang melaju dengan santai itu. Namun, merasa di ikuti, target kini mempercepat laju motornya. Tak dapat di elakkan lagi. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Sampai di jalur yang lumayan sepi, Criss tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Di salibnya motor target dan di hentikan motornya sendiri. Membuat target mau tak mau menghentikan motornya juga. Criss turun dari motornya dengan menggenggam pistol. Target shock bukan main, ia _target itu_ berusaha melarikan diri namun itu perlawanan yang sangat sia-sia untuk seorang pembunuh yang kini memasuki kelas atas itu. Target terpojok, dan sadar serta pasrah akan ajal yang akan menjemput. Criss mendekat. Menempelkan pistolnya tepat ke pelipis kiri target.
“tu,…tunggu” mohon target.
Criss tak mempedulikan permohonan itu. Langsung saja ia tarik pelatuk pistolnya dan #Duaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrr..
Darah segar keluar dari kepala target yang kini tak bernyawa lagi.
Dengan santai Criss mengambil sebotol aQua yang selalu ia bawa. Membuka tutupnya dan menumpahkan isinya ke wajah dan pergelangan tangannya dengan tujuan menghilangkan noda darah yang melekat.
Di ambil phonecell dari saku nya, dan seperti pagi tadi, di tekannya deretan angka yang ingin di tuju.
“Ya Criss? Kau mengalami masalah?” Tanya suara boss nya dari seberang.
“Tidak, aku telah melakukan keinginanmu.” Ucap Criss masih datar..
“Hahaha. Kau telah banyak berkembang Criss. Bayaran mu telah ku transfer.” Puji suara itu.
“Baiklah.” Balas Criss yang langsung menutup pembicaraan.
Criss berjalan menghampiri motornya. Di hidupkan dan di kendarainya dengan kecepatan tinggi.
TBC
Saran(ya). :DD