Popular Post

Posted by : Unknown Rabu, 14 Agustus 2013


Warning : Ocs, Gantung, aneh, gak jelas, alur berantakan

Pairing : DenRei
Genre : ?
Status : WIP


Summary : Jangan mengeluh, kalian Cuma lemah. Kau dan ibumu. Begitulah akhir hidup orang-orang yang lemah yang bergantung pada iblis


“Den!!” bentak Yuu sensei dari depan kelas.
“Hm.” Balas yang dibentak.
Wajahnya terlihat biasa saja. Tak ada perubahan ekspresi sedikitpun.
Padahal Yuu sensei terkenal sebagai guru tergalak di D.H highscool.
“Kau ini, blablablablablablabla. Sekarang kau keluar dari kelas. Dan jangan pernah masuk lagi.” Ucap Yuu sensei.
“Hn.” Den masih tanpa ekspresi meraih tasnya, berdiri dan berjalan keluar dari kelas, Menuju kantin.
Yuu sensei dan teman-teman yang sekelasnya hanya terbengong memandang kepergian Den.

Sesampainya di kantin, Den meraih botol minuman dan mengambil tempat duduk di sudut ruangan. Diam. Lagi-lagi hanya itu yang ia lakukan.
“Den.” Panggil sebuah suara dari arah belakangnya.
Jantungnya bedegup keras. Ia sangat mengenal suara itu.
Den membalikkan badan, memandang gadis yang berseragam sama sepertinya.

“Boleh rei duduk” pinta Rei.

“ngga.” Balas Den mencoba bersikap sedingin mungkin.

“Den.” Panggil Rei sekali lagi.

“Ya?” jawab Den, kini suaranya terdengar lebih lembut dari sebelumnya. Dan perubahan intonasinya tertangkap jelas oleh Rei.

Rei tersenyum. Emeraldnya memperhatikan 2 safir milik Den dengan seksama.
Den hanya diam.
Tak tau apa yang harus dilakukannya.
Ia memang terkenal dingin kepada siapapun.
Ya, kepada siapapun kecuali gadis yang saat ini berada di hadapannya.

Rei mengusap perlahan rambut hitam Den.
“Ada apa? Kau terlihat kacau.” tanya Rei.

Den hanya diam. Menundukkan kepalanya.
Berusaha menjauhi 2 emerald milik Rei.
“bisa, jangan campuri urusan ku?”
ucap Den membuat Rei terdiam.

“maaf” hanya itu yang bisa di katakan Rei sebelum ia melangkah menjauhkan dirinya dari Den.
Den bangkit, mengikuti kepergian Rei dengan ujung mata nya.

“Den.” Panggil Kenn tiba-tiba dari arah belakang.

Den berbalik, memandang Kenn sejenak dan menunggu apa yang akan di sampaikan Kenn padanya.

“Ada sebuah kota mati yang memerlukan jasa pemburu. V sensei memerintahkanku untuk mengutusmu kesana. Alasannya karna kau berasal dari sana, dan tau setiap jengkal keadaan disana” ucap Kenn panjang lebar.

‘kota mati? Tempat asalku?’ tanya Den dalam hati.
“Seireitei” mata Den terbelalak.

*******************

#craaaassssshhhhh.
“Sial.” Den kecil mencoba mendekati tubuh ibunya yang tergeletak agak jauh darinya.
“Jangan mengeluh, kalian Cuma lemah. Kau dan ibumu. Begitulah akhir hidup orang-orang yang lemah yang bergantung pada iblis.” Ucap seorang pria yang mengenakan baju serba hitam dan menggenggam dua katana.

“Diam!” balas Den.
“Den..” panggil ibunya lemah, moncoba merangkak mendekati Den.
Tubuh Den gemetar saat melihat keadaan itu.
#crassssshhhhhhhhhhh.
Dua katana pria tadi mendarat tepat di punggung ibu Den di barengi teriakan iblis.
Den Diam. Matanya terlihat hampa memandang tubuh ibunya yang tak lagi bernyawa.
“Orang baik maupun jahat, begitu tercemar oleh iblis, aku harus membunuhnya” ucap pria itu lagi.


“Kau baik-baik saja Den?” tanya Kenn menghentikan lamunan Den.

“Ya” jawab Den singkat.

“Kalau begitu aku akan mengirimmu sekarang. Kau siap?” tanya Kenn lagi.

“Tentu” jawab Den masih singkat.

“^*&%$@!$%&*((**^$##%&” kenn mulai membaca mantera dan perlahan tubuh Den di transport ke tempat di mana ia di tugaskan.

*******************************************************

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Rei Riie - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -