Archive for 2014
Thursday, November 27, 2014
By : Unknown
Sejauh apapun kita lari,
Sekuat apapun usaha kita untuk menjauhi satu sama lain
Selalu saja ada saat yang membuat kita harus bertemu.
Berhadapan, saling memandang dan pasti akan berakhir dengan mengenang masa lalu.
Kutukankah?
Atau takdir?
Aku pernah berharap, berharap dan terus berharap hingga aku bosan.
Kamu pun ga jauh berbeda denganku.
Aku yakin itu.
Karna, selalu ada ruang kosong di hatimu yang masih kamu sisakan untuk menyimpan kenangan kita dulu.
Bahkan barisan putri-putri jelita itu ga mampu membuatmu melupakanku?
Apa aku benar?
Dan aku juga begitu.
Dan hanya sabatas itu.
Kamu, dan aku
Cuma sekedar kepingan dari masa lalu!
Itu kenyataan yg paling menakutkan yang pernah kita alami.
Kehilangan bukan berarti kematian.
Tapi aku sebenarnya berharap, kalau aku kehilanganmu karna kematian.
Ya se-engga nya aku ga akan bertemu denganmu dan mengenang semuanya lagi.
Jadi,
Apa kamu mau mati untukku? :3
Ayolah, aku sanggat berharap. :3
Sekuat apapun usaha kita untuk menjauhi satu sama lain
Selalu saja ada saat yang membuat kita harus bertemu.
Berhadapan, saling memandang dan pasti akan berakhir dengan mengenang masa lalu.
Kutukankah?
Atau takdir?
Aku pernah berharap, berharap dan terus berharap hingga aku bosan.
Kamu pun ga jauh berbeda denganku.
Aku yakin itu.
Karna, selalu ada ruang kosong di hatimu yang masih kamu sisakan untuk menyimpan kenangan kita dulu.
Bahkan barisan putri-putri jelita itu ga mampu membuatmu melupakanku?
Apa aku benar?
Dan aku juga begitu.
Dan hanya sabatas itu.
Kamu, dan aku
Cuma sekedar kepingan dari masa lalu!
Itu kenyataan yg paling menakutkan yang pernah kita alami.
Kehilangan bukan berarti kematian.
Tapi aku sebenarnya berharap, kalau aku kehilanganmu karna kematian.
Ya se-engga nya aku ga akan bertemu denganmu dan mengenang semuanya lagi.
Jadi,
Apa kamu mau mati untukku? :3
Ayolah, aku sanggat berharap. :3
Ti-an-
By : Unknown
Di dunia yang luas ini, kenapa selalu ada tempat yang sama-sama kami kunjungi di waktu yg sama huh?
Aku bisa melupakanmu, tapi ketika kamu menapakkan wajahmu di depanku, aku akan kembali mengingat semua tentangmu.
Semua tentang kita dulu.
Selalu begini, sejak pertama kali kita tau "tentang kita yg ga jodoh".
Apa akan terus seperti ini huh?
Walaupun dengan pria tampan di sisiku?
Walaupun dengan putri jelita di sisimu?
Aku tau kamu masih memikirkan tentangku, tentang kita.
Tapi seberapa banyak atau seberapa lamapun kamu berpikir, semua ini ga akan berubah.
Kamu dan aku,
Ga akan pernah menjadi kita lagi.
Dan aku tau kamu juga tau itu.
Dan aku juga sepertimu.
Berputar-putar dipikiranku, mencoba mencari titik yang mungkin bisa menolong kita.
Tapi itu sia-sia.
Aturan, dalam masyarakat jadi beban yg sulit di pecahkan.
Begitu juga norma yang udah mendarah daging dengan kita, akhirnya jadi jalan yang benar2 buntu.
Dengan kita yang masih terjebak mempertahankan masa lalu.
Aku bisa melupakanmu, tapi ketika kamu menapakkan wajahmu di depanku, aku akan kembali mengingat semua tentangmu.
Semua tentang kita dulu.
Selalu begini, sejak pertama kali kita tau "tentang kita yg ga jodoh".
Apa akan terus seperti ini huh?
Walaupun dengan pria tampan di sisiku?
Walaupun dengan putri jelita di sisimu?
Aku tau kamu masih memikirkan tentangku, tentang kita.
Tapi seberapa banyak atau seberapa lamapun kamu berpikir, semua ini ga akan berubah.
Kamu dan aku,
Ga akan pernah menjadi kita lagi.
Dan aku tau kamu juga tau itu.
Dan aku juga sepertimu.
Berputar-putar dipikiranku, mencoba mencari titik yang mungkin bisa menolong kita.
Tapi itu sia-sia.
Aturan, dalam masyarakat jadi beban yg sulit di pecahkan.
Begitu juga norma yang udah mendarah daging dengan kita, akhirnya jadi jalan yang benar2 buntu.
Dengan kita yang masih terjebak mempertahankan masa lalu.
-
By : Unknown
Tuhan,
Jika hari ini aku kehilangan harapanku.
Tolong beritahu aku bahwa rencanaMu
Jauh lebih indah
Daripada mimpiku
Jika hari ini aku kehilangan harapanku.
Tolong beritahu aku bahwa rencanaMu
Jauh lebih indah
Daripada mimpiku
Kesempatan Kedua
By : Unknown
Sering ngeliat orang-orang yang pernah ngelakuin kesalahan, dan pengen di maafin juga di beri kesempatan untuk kembali.
Memohon untuk di ijinkan mendapatkan perlakuan yang sama seperti sebelum dia melakukan kesalahan.
Kesempatan kedua.
Tapi pernah mikir ga sih,
Dia yang dengan mudahnya pernah nyakitin lu dulu, pernah ngecewain lu dulu
Pasti bisa lebih mudah ngelakuin hal yang sama di masa depan?
Terus?
Apa kesempatan kedua itu masih harus di berikan?
"Tuhan yang Maha segalanya aja memaafkan dan memberi kesempatan buat hambaNya yang ingin bertobat. Masa manusia ga ngasih kesempatan sih?"
Bener, bener banget.
Tapi memberi kesempatan ga segampang memaafkan bukan?
Memaafkan, cuma sebatas mengikhlaskan apa yg udah terjadi dan menganggap itu hal wajar yang siapa aja bisa lakuin, tanpa ada resiko buat kedepannya.
Tapi kalo memberi kesempatan lagi dan lagi?
Ada begitu banyak bayang-bayang baik dan buruk di balik kesempatan itu.
Ada resiko di khianati untuk kesekian kalinya yang harus di ambil.
Itu butuh keberanian.
Butuh kemampuan pengendalian emosi yang baik
Yang pasti aku belom bisa lakuin.
Well, sebanyak apapun kesalahan yang pernah kalian lakuin
Akan dengan mudah ku maafkan.
Tapi memberi kesempatan untuk kalain kembali menempati tempat di kehidupanku
Itu mungkin suatu yg mustahil untuk saat ini.
So?
Lakukan apa yg kalian ingin lakukan
Buatlah kesalahan sebanyak yang kalian bisa, karna aku juga akan selalu memaafkan kalian
Tapi jangan pernah berharap untuk mendapatkan posisi dan nilai yang sama seperti sebelumnya dari ku!
Memohon untuk di ijinkan mendapatkan perlakuan yang sama seperti sebelum dia melakukan kesalahan.
Kesempatan kedua.
Tapi pernah mikir ga sih,
Dia yang dengan mudahnya pernah nyakitin lu dulu, pernah ngecewain lu dulu
Pasti bisa lebih mudah ngelakuin hal yang sama di masa depan?
Terus?
Apa kesempatan kedua itu masih harus di berikan?
"Tuhan yang Maha segalanya aja memaafkan dan memberi kesempatan buat hambaNya yang ingin bertobat. Masa manusia ga ngasih kesempatan sih?"
Bener, bener banget.
Tapi memberi kesempatan ga segampang memaafkan bukan?
Memaafkan, cuma sebatas mengikhlaskan apa yg udah terjadi dan menganggap itu hal wajar yang siapa aja bisa lakuin, tanpa ada resiko buat kedepannya.
Tapi kalo memberi kesempatan lagi dan lagi?
Ada begitu banyak bayang-bayang baik dan buruk di balik kesempatan itu.
Ada resiko di khianati untuk kesekian kalinya yang harus di ambil.
Itu butuh keberanian.
Butuh kemampuan pengendalian emosi yang baik
Yang pasti aku belom bisa lakuin.
Well, sebanyak apapun kesalahan yang pernah kalian lakuin
Akan dengan mudah ku maafkan.
Tapi memberi kesempatan untuk kalain kembali menempati tempat di kehidupanku
Itu mungkin suatu yg mustahil untuk saat ini.
So?
Lakukan apa yg kalian ingin lakukan
Buatlah kesalahan sebanyak yang kalian bisa, karna aku juga akan selalu memaafkan kalian
Tapi jangan pernah berharap untuk mendapatkan posisi dan nilai yang sama seperti sebelumnya dari ku!
Tuesday, June 10, 2014
By : Unknown
Semua ini di awali dengan perdebatan rumit yang gue gak mungkin ngerti.
Yah, gue ini apalah :v
Cuma bocah labil yang suka ngalay di setiap detik kehidupan gue
Tapi itu yang bisa ngebuat gue bertahan
Dari tatapan tajam semua yang memandang!
Dari ketidak adilan yang bersekutu dengan waktu!
Dari ancaman dunia!
Pernah gue berusaha berubah, bukan berubah menjadi power ranger, wonder women, cat women atau apalah -_-
Karna gue bukan super hero yang di utus planet namex untuk nyelametin bumi!
Gue manusia!
Iya manusia biasa yang normal!
Dan gue pengen berubah menjadi lebih baik lagi.
Tapi gue bingung, baik menurut gue belom tentu baik menurut yang lain.
Sama halnya
Baik menurut si A belom tentu baik menutut si B
Baik mrnutut si B mungkin baik juga menurut si A tapi apa si C juga berpikir begitu?
Jadi?
Gimana?
Tapi, jauh didalam hati gue, gue pengen jadi Billy
Yang dengan 24 kepribadiannya mampu menahan segala rasa yang ada di dunia
Mampu menyelesaikan setiap permasalahan tanpa memperhitungkan "benar atau salah"
Dan tentu saja,
Yang paling buat gue pengen jadi sosok Bill karna dia di bebasin ngelakuin apapun yang dia mau!'
Tanpa aturan!
Tanpa norma!
Karna
Menurut gue peraturan itu menjengkelkan!
Peraturan yang di buat oleh satu sudut pandang manusia serakah!
Benar kebijaksanaan itu aspek yang sangat penting.
Tapi faktanya sekarang ini yang banyak beredar itukan "Kebijaksanaan yang udah gak bijaksana"!
Lalu?
Gue di tuntut mengikuti semua itu!
Di penjara oleh kemaksiatan nurani!
Itu memuakkan!
Gue pengen lepas dari semua itu!
Tapi, rantai yang mengikat begitu erat sampai ke sel-sel yang bahkan tak terjangkau alat kedokteran!
Ini masalah hati, pikiran, jiwa!
Psikologis, bukan Fisiologis!
Well, gue paksa pemikiran gue tentang ini berhenti sampe disini!
Toh kalo cuma di pikir gak akan ada yang berubah.
Yah, gue ini apalah :v
Cuma bocah labil yang suka ngalay di setiap detik kehidupan gue
Tapi itu yang bisa ngebuat gue bertahan
Dari tatapan tajam semua yang memandang!
Dari ketidak adilan yang bersekutu dengan waktu!
Dari ancaman dunia!
Pernah gue berusaha berubah, bukan berubah menjadi power ranger, wonder women, cat women atau apalah -_-
Karna gue bukan super hero yang di utus planet namex untuk nyelametin bumi!
Gue manusia!
Iya manusia biasa yang normal!
Dan gue pengen berubah menjadi lebih baik lagi.
Tapi gue bingung, baik menurut gue belom tentu baik menurut yang lain.
Sama halnya
Baik menurut si A belom tentu baik menutut si B
Baik mrnutut si B mungkin baik juga menurut si A tapi apa si C juga berpikir begitu?
Jadi?
Gimana?
Tapi, jauh didalam hati gue, gue pengen jadi Billy
Yang dengan 24 kepribadiannya mampu menahan segala rasa yang ada di dunia
Mampu menyelesaikan setiap permasalahan tanpa memperhitungkan "benar atau salah"
Dan tentu saja,
Yang paling buat gue pengen jadi sosok Bill karna dia di bebasin ngelakuin apapun yang dia mau!'
Tanpa aturan!
Tanpa norma!
Karna
Menurut gue peraturan itu menjengkelkan!
Peraturan yang di buat oleh satu sudut pandang manusia serakah!
Benar kebijaksanaan itu aspek yang sangat penting.
Tapi faktanya sekarang ini yang banyak beredar itukan "Kebijaksanaan yang udah gak bijaksana"!
Lalu?
Gue di tuntut mengikuti semua itu!
Di penjara oleh kemaksiatan nurani!
Itu memuakkan!
Gue pengen lepas dari semua itu!
Tapi, rantai yang mengikat begitu erat sampai ke sel-sel yang bahkan tak terjangkau alat kedokteran!
Ini masalah hati, pikiran, jiwa!
Psikologis, bukan Fisiologis!
Well, gue paksa pemikiran gue tentang ini berhenti sampe disini!
Toh kalo cuma di pikir gak akan ada yang berubah.
Friday, January 24, 2014
By : Unknown
Entah apa yang mendorong gue untuk menulis disini lagi :v
Entah deh, gue cuma pengen nulis (baca;ketik), apa yang otak gue pikirin
Mumpung tangan gue juga lagi mau di ajak kerja sama >.<
Banyak hal yang terjadi belakangan ini.
Tapi tetap, semua terkesan biasa aja.
Ga ada something yang istimewa.
Yup, sama sekali ngga ada.
Gue selalu suka sesuatu yang abstrak.
Yang berada dititik netral, yang di ambang antara ada dan tiada.
Karna, di saat lu dititik itu, lu bebas mengekspresiin apa aja ada di otak lu, bahkan apa aja yang bahkan otak lu belom pikirin!
Seperti lu berada di dimensi yang lepas dari ruang dan waktu.
Mengambang!
Melayang!
Terbang!
Ga ada persoalan yang membuat lu berpikiran tentang sempitnya dunia.
Tentang semakin menipisnya oksigen akibat tekanan dari mana saja.
Tentang hak dan bathil yang telah bercampur bahkan bertukar tempat.
Tentang, hidup.
Tentang perjuangan!
Sama sekali ga ada apapun yang menuntut otak lu untuk berpikir serius.
Semua mengalir begitu saja.
Mengikuti lajur air.
Mengikuti jalan awan.
Yang perlahan, dengan tenang mencapai tujuan.
Yang perlahan, hanyut dengan kelapangan.
Yang perlahan, namun menimbulkan sensasi yang perfect.
Yang perlahan, membuat persepsi tentang segala hal tanpa di sadari.
Walah,
kebiasaaan lama ini
Mulai ngaco.
Sok ngerti sastra.
Wess,
yang penting ngerti dengan maksudnya gue apa ae.
Just it!
Udah cukup buat gue.
Karna gue tau.
Ada banyak hal yang ga bisa lu kendaliin di dunia ini.
Cukup sekian.
Entah deh, gue cuma pengen nulis (baca;ketik), apa yang otak gue pikirin
Mumpung tangan gue juga lagi mau di ajak kerja sama >.<
Banyak hal yang terjadi belakangan ini.
Tapi tetap, semua terkesan biasa aja.
Ga ada something yang istimewa.
Yup, sama sekali ngga ada.
Gue selalu suka sesuatu yang abstrak.
Yang berada dititik netral, yang di ambang antara ada dan tiada.
Karna, di saat lu dititik itu, lu bebas mengekspresiin apa aja ada di otak lu, bahkan apa aja yang bahkan otak lu belom pikirin!
Seperti lu berada di dimensi yang lepas dari ruang dan waktu.
Mengambang!
Melayang!
Terbang!
Ga ada persoalan yang membuat lu berpikiran tentang sempitnya dunia.
Tentang semakin menipisnya oksigen akibat tekanan dari mana saja.
Tentang hak dan bathil yang telah bercampur bahkan bertukar tempat.
Tentang, hidup.
Tentang perjuangan!
Sama sekali ga ada apapun yang menuntut otak lu untuk berpikir serius.
Semua mengalir begitu saja.
Mengikuti lajur air.
Mengikuti jalan awan.
Yang perlahan, dengan tenang mencapai tujuan.
Yang perlahan, hanyut dengan kelapangan.
Yang perlahan, namun menimbulkan sensasi yang perfect.
Yang perlahan, membuat persepsi tentang segala hal tanpa di sadari.
Walah,
kebiasaaan lama ini
Mulai ngaco.
Sok ngerti sastra.
Wess,
yang penting ngerti dengan maksudnya gue apa ae.
Just it!
Udah cukup buat gue.
Karna gue tau.
Ada banyak hal yang ga bisa lu kendaliin di dunia ini.
Cukup sekian.