- Back to Home »
- Mukhtashar Raudhur-Raiyahin-Allamah Alyafi'iy - Cerita 29
Posted by : Unknown
Sabtu, 24 Januari 2015
Cuma ngebantu nge share yg ada di buku aja :v
Sumber : Mukhtashar Raudhur-Raiyahin-Allamah Alyafi'iy
Sebelumnya
saya memohon maaf kepada penulis atas kelancangan memposting dan
sedikit menyederhanakan bahasa di cerita ini, tapi itu udah di cantumin
sumbernya kok >.< (ceritanya ga mau di salahin :v )
Certa 29
Certa 29
Ketika Nabi Ayyud a.s menerima cobaan dari Allah, datanglah malaikat Jibril a.s atas perintah Allah. Ia berkata :
"Wahai Ayyub, Allah akan menurunkan cobaan kepadamu, yang mana cobaan itu gunung-gunung pun tidak mampu menanggungnya. Nah bagaimana pendapatmu?"
Nabi Ayyub a.s lalu menjawab :
"Wahai Jibril, selagi aku masih mampu menghubungkan dirika ke hadratNya aku akan tetap tabah dan sabar menghadapi cobaan yang seperti apapun."
Maka dengan spontan suatu suara menyerunya
"Wahai Ayyub, kini bersedialah untuk menerima balaKu, dan sabarlah atas hukumanKu dan qadhaKu."
Adapun mengapa Nabi Ayyub di coba dengan ujian yang berat itu adalah karena kegagalan syaitan dalam mencobanya dan mengganggunya. Maka berkata syaitan kepada Tuhan :
"Ya Tuhan, kekuatan ibada Ayyub dan kesyukurannya kepadaMu adalah semata-mata karena dia kaya raya dan selalu sehat wal'afiat. Sekiranya Engkau mengijinkan saya, maka saya akan menghabiskan segala daya dan upaya yang dimilikinya (harta, kesehatan, dll) kemudian pastilah dia tidak akan mengingat Engkau."
Kemudian Allah berfirman :
"Tidak, Ayyub adalah hambaKu yang benar-benar soleh, ia berbakti kepadaku dengan sungguh-sungguh bukan karena dia kaya atau sehat wal'afiat. Jika engkau tidak percaya, lakukanlah apapun yang ingin kamu lakukan dia pasti tidak akan berubah sedikitpun"
Syaitan lalu turun ke bumi dan mencoba Nabi Ayyub a.s. Cobaan pertama yang di alami Nabi Ayyub adalah kematian anaknya. Namun Nabi Ayyub a.s tetap tabah dan tekun beribadah kepada Allah.
Cobaan kedua, semua harta yang dimiliki Nabi Ayyub hangus terbakar dan begitu pula lainnya. Namun begitu, Nabi Ayyub semakin giat beribadah dan semakin berdaya upaya mengabdikan dirinya kepada Allah. Beliau berkata :
"Semua harta kekayaan ini adalah karunia Tuhan, sekiranya Tuhan ingin Dia bisa mengambil semuanya, dan kalu tidak Dia juga bisa membiarnkannya bersamaku. Semua itu adalah hakNya, Dia boleh berbuat menurut kehendakNya."
Cobaan ketiga, syaitan meniup tubuh Nabi Ayyub a.s di saat beliau sholat di waktu shubuh, maka beribu-ribu ulat muncul di tubuhnya. Menggigitnya dan memakan dagingnya. Walaupun demikian, beliau tetap berdzikir lahir batin kepada Allah, bahkan beliau berkata :
"Alhamdulillah, Tuhan berkenan menjadikan diri hamba untuk berbakti kepadaNya dan Tuhan memberikan karuniaNya sehingga hamba selalu dapat mengingatnya."
Nabi Ayyub a.s sekalipun dalam cobaan yang demikian hebat, namun dia tidak sekejappun melalaikan Tuhannya. Kulit tubuh beliau telah hancur di gigit oleh ribuan ulat yang memakannya sehingga daging beliau habis dan tinggallah tulang-tulang saja. Beliau terus sabar menerima cobaan itu, bahkan sekiranya seekor ulat itu jatuh ke tanah, beliau akan mengambilnya dan meletakkannya kemabali pada tempat darimana dia jatuh, seraya berkata :
"Makanlah hidangan dari tubuhku ini."
Sekali peristiwa, malaikat Jibril a.s turun menemui beliau, lalu mengucapkan salam. Nabi Ayyub a.s tidak menjawabnya. Oleh karena itu maka Jibril bertanya :
"Mengapa anda tidak menjawab salamku?"
"Maaf wahai Jibril" Jawab Nabi Ayyub, "Allah yang sangan hamba cintai mengirimkan tamunya kepada hamba berupa ulat-ulat untuk hamba beri makan dengan daging hamba. Hamba khawatir jika menjawab salammu saat itu ulat-ulat itu akan jatuh dari tempatnya, sehingga dapat menghalangi dia dari memakan rezekinya. Maka akan berdosalah nanti hamba kepada Allah."
Subhanallah >.<