Popular Post

Posted by : Unknown Rabu, 25 Februari 2015

Love at first sight

Ayolah itu cuma mitos!
Ga ada yang namanya cinta pada pandangan pertama :)
Yang ada hanya kagum!
Iya kagum!

Cinta,
Agak geli sebenarnya ngebahas tentang ini.
Tapi, aku pernah mencintai.
Dan juga di cintai, ya sepertinya begitu.
Aku pernah benar-benar mencintai seseorang sebesar yang sampai saat ini aku ga pernah tau seberapa besarnya. Tapi dalam ingatanku, itu sangat amat besar.
Sampai pada akhirnya aku kecewa dan logika ku mulai menolak untuk mengakui bahwa itu cinta :)
Bahwa aku pernah mencintai!
Itu yang membuat otak ku bekerja keras mencari pembelaan diri mengenai kasus satu ini.
Dan akhirnya ketemu!
Itu bukan cinta, bukan juga kagum.
Tapi itu ketergantungan!
Saat kita lama bersama seseorang, kita secara tidak langsung mulai bergantung padanya.
Apa saja yang dia lakukan, yang dia bicarakan, yang dia pesankan, dan segala hal tentang dia telah menjadi kebiasaan kita dan itu yang membuat kita kehilangan saat dia tiba-tiba pergi.
Dan sekali lagi, itu BUKAN CINTA!

Ada beberapa nama yang pernah mengajarkan secara khusus tentang apa itu cinta.
Tentang bagaimana rasanya, bagaimana wujudnya, bagaimana gejalanya, bagaimana cara mendapatkannya, dan bagaimana menyampaikannya!

Kata mereka,

"Saat kita sedang mencintai seseorang, apapun yang kita lakukan yang kita pikirkan semua seputar tentang orang itu!"

SATU pembelaan logikaku tentang ini.
Ini pasti sangat mustahil, yang dia pikirkan sebenarnya adalah dirinya sendiri bukan orang yang (menurut mereka) mereka cintai itu.
Sama seperti seorang istri yang menangisi suaminya yang sedang meninggal.
Yang di sedihkannya bukan suaminya yang meninggal tetapi dirinya yang telah menjadi janda!
Seperti seorang anak yang menangisi ayah dan ibunya yang telah meninggal, yang di tangisinya bukan orang tuanya tapi dirinya yang akhirnya menjadi yatim piatu!
Dan semua itu membuktikan
Manusia tidak pernah memikirkan yang lain selain dirinya!
Oke sekali lagi logikaku masih menolak bahwa cinta itu benar-benar ada!

Lanjut kata mereka

"Saat kita mencintai seseorang kita akan merasa sedih ketika orang itu pergi."

DUA lagi-lagi logika ku menolak untuk menyetujui ini.
Seperti yang sebelumnya ku katakan (tulis) bahwa semakin lama kita berinteraksi dengan seseorang kita secara tidak langsung akan mulai bergantung kepadanya.
Dan apapun yang dia lakukan, ucapkan dan segala hal tentang dia telah menjadi kebiasaan.
Dari segala hal yang paling susah kita lupakan adalah kebiasaan.
Kita berlangganan sebuah majalah, setiap hari kita membaca majalah tersebut.
Namun suatu hari majalah itu berhenti terbit, dan kebiasaan kita membaca majalah itu berhenti!
Yang awalnya kita rasakan adalah kehilangan!
Namun seiring berjalannya waktu kita akan mulai terbiasa lagi dan semua akan baik-baik saja. (ini yang teman2 bilang move on)

Oke jadi masih tetap logika ku menganggap cinta itu bullshit! :3



NB : Jangan kaitin ini sama CINTA manusia dengan TUHAN! :3
Well, ini hanya sekedar "argument" yang sama sekali ga pengen di kritik :v
Cuma sekedar pemikiran gila seorang bocah labil yang bener-bener menolak mengaku pernah mencintai! :3

And then :3
Makaseeeehhh yang udah nyempetin baca :v

{ 3 komentar... read them below or Comment }

  1. Balasan
    1. Dan akhirnya aku harus mengakui argument itu salah banget ternyata :)
      Cinta itu benar-benar ada :)
      Makasih udah ngebuat aku sadar sayang :)

      Hapus
    2. iy kah yang :3 aku tidak perduli dengan apa yg sudah berlalu.
      aku merasa beruntung telah memilikimu sayang :)

      Hapus

- Copyright © Rei Riie - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -